Ember, Pipa dan Rejeki

Jumat, Maret 11, 2011 , , 27 Comments

Assalamualaikum sobat semua...

Lho kok muncul lagi?? katanya mau hiatus...
Rupanya saya ga bisa menahan godaan untuk tetap menulis dan berbagi dengan kalian.... :D

Apalagi saya kena razia terus dari polisi blog yang selalu mengejar-mengejar DPO nya untuk terus update, update dan update..hehehe...Heh, emang ada polisi blog??? Ya adalah, salahsatunya adalah Kombespolblog Ata  :D... Makasih ya dah dikejar-kejar non..:D

Mungkin rejeki saya  dengan menulis kaya gini, atau mungkin postingan ini merupakan rejeki juga buat kalian > :D Aniwei, berbicara tentang rejeki, setiap orang pastinya mendapat jatah dan bagian rejeki dari Tuhan sesuai dengan apa yang telah diusahakan masing-masing individu... Yang menjadi perbedaan juga adalah cara orang memanfaatkan dan mensyukuri rejeki yang telah diberikan kepadanya...

Saya jadi teringat sebuah petuah dari orang tua angkat yang ada di Surabaya mengenai rejeki. Pesan beliau "Jadilah pipa, jangan menjadi ember"

Pipa, ember?? maksudnya apa ya???
Ember yang kita tau umumnya berfungsi sebagai wadah menampung air,sedangkan pipa identik dengan media untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lainnya

Mari kita analogikan rejeki dengan air...
Saat kita menggunakan ember sebagai wadah menampung air, maka sisfatnya dari ember adalah statis, ember akan menampung air untuk dirinya sendiri, kalaupun penuh dan luber, maka ada kecenderungan air akan terbuang sia-saia...
Pipa, dilain pihak,  tidak akan menampung air yang dimilikinya untuk dirinya sendiri...Pipa akan meneruskan air dalam bentuk aliran menuju banyak tempat yang membutuhkan.. Pipa akan konsisten melakukan tugasnya sebagai penyebar air...

Well, dari sini apakah kalian sudah bisa mengambil gambaran tentang pipa, ember dan kondisi kehidupan saat ini???
Terkadang mungkin kita menemui orang yang seperti "ember", menyimpan rejekinya untuk diri sendiri walaupun sudah berkecukupan..Memang kata "berkecukupan" itu relatif standarnya, tapi seharusnya tidaklah mengurangi sense of sharing dari masing-masing pribadi..

Juga sering kita temui orang, orang yang secara materi atau finasial biasa-biasa aja, tapi sense of sharingnya luar biasa..Mereka ini selalu berusaha untuk berbagi dengan orang dan lingkungan sekitarnya dengan sebaik mungkin, dengan segala keterbatasan yang ada...

Yang patut diingat adalah rejeki itu ga hanya sekedar diukur dengan materi atau finansial.. Ilmu yang kita dapatkan pun juga merupakan rejeki..Jadi kalo ada orang yang pelit untuk berbagi ilmunya, mungkin mereka itu termasuk tipikal "ember"...

Saya tidak bermaksud memberi cap atau stigma negatif dengan analogi air, ember dan pipa diatas..Postingan ini hanya merupakan sekedar pengingat dan dalam rangka berbagi pikiran juga, bahwa "sense of sharing" merupakan hal yang krusial ditengah kondisi masyarakat kita yang cenderung menuju gaya hidup individualisme...  Jadi pilihan mana yang mau sobat ambil, ember atau pipa?? :D
gambar dari sini nih

So, lets share to others with all you can...

Wassalam......

Considering blogging as a crosstime communication with our descendants| Have a nice blogwalking and please leave your comments if drop by

27 komentar:

  1. hauahahahaha paraaah. akhirnya posting juga ;D bagus bagus. semangat ya bang. komen soal posting ditunggu ya, brb mandi dulu yang penting komen pertama ;p

    BalasHapus
  2. Tersentuh untuk menjadi "PIPA" saya kang.. :)

    BalasHapus
  3. hihi pipa dan embernya menginspirasi banget om :D :D keren.

    BalasHapus
  4. wah datang lagi rupanya.....
    sukurlah......

    pengandaiannya msuk mas, ngena banget..... :-bd

    BalasHapus
  5. hahaha, kalo godain posting hal2 bermanfaat seperti ini, insya Allah berpahala. bagus analoginya, marilah perbanyak bersedekah :)

    BalasHapus
  6. hem.. tapi pipa mengalirkan sesuatu tanpa tersisa buat dirinya..
    agak egois sih, tapi menurut saya lebih mending jadi bejana berhubungan..

    BalasHapus
  7. hhi..
    kembali tergoda untuk bagi2 ilmu nih mas ceritanya, udah mengaplikasikan tipikal pipa donk :)

    BalasHapus
  8. Wah mas thx loh udah berbagi tentang filosofi pipa dan embernya
    Jadi makin semangat nih untuk berusaha jadi orang yang bermanfaat buat orang lain (>o<)/

    BalasHapus
  9. tipikal yg mana ya hehe,, ngeblog juga berbagi ilmu kan, dan nambah ilmu juga bagi saya! Thanks abihanif;) belajar banyak disini

    BalasHapus
  10. Sangat inspiratif. Saya pernah melihat ulasan tentang ember yang di beri lubang dan lupanya itu di beri pipa. Mulanya air dari mata air meluap ketika ember itu tidak di beri lubang, setelah di beri lubang dan di alirkan melalui pipa. Maka yang terjadi adalah penyaluran air yang sangat indah, seirama. Dari ember satu ke ember yang lain melalui pipa. Aku mengasumsikan bahwa pipa dan ember sama-sama memberikan sinergi yang baik.

    BalasHapus
  11. aduh kok jadi ganti gini templatenya huaaa bagus yang kemarin padahal ~.~

    BalasHapus
  12. hmm.. ngomong soal rejeki, selama ini kuyakini rejeki itu ada 3 macam.. ini selalu kusampaikan berulang2 ke keluarga, teman atau siapa aja,
    rejeki ada 3 macam:

    1. Rejeki yang sudah digariskan sejak kita masih dalam kandungan
    2. Rejeki yang kita dapatkan karena berusaha meraihnya
    3. Rejeki yang kita dapatkan sebagai bonus dari Allah SWT karena bersedkah, berbagi dengan sesama..

    sedekah tidak akan membuat jatuh miskin, Allah berjanji akan menggantinya berlipat ganda, Insya Allah

    BalasHapus
  13. weeheh, mas todi yang humoris ternyata menyimpan artikel yang hebat ^_^,.. saya pengen jadi air nya aja mas haha, yang bisa membasahi keset kaki dan membuat kambing kabuur haha.. (lagunya mengingatkan saya sama seseorang haha)

    BalasHapus
  14. Pilih mana ya, aku ember sudah banyak bahkan yang besar kalau pipa..emmm..aku ga pilh juga.
    Kalau masalah rezeky hanya dunia sedikitnya menyisipkannya karena ada sebagian harta kita untuk mereka "umat yang membutuhkannya".
    Berkecukupan bagiku relatif untuk seorang manusia jika dia bisa tawakal dan selalu berserah diri kepada sang pencipta. Jika bisa walaupun kurang tetap dia merasa cukup.

    BalasHapus
  15. akhirnya balik lagi ke template awal hihi lebih enak di liat bang \☺/

    BalasHapus
  16. pilih dua duanya aza y..........heheh
    salam persahabatan

    BalasHapus
  17. baaaang ini apaan deh emotenya \(^@^)/ jelek banget. @ diganti o kecil aja bang lebih imut. hahahaha *ditendang bang todi*

    BalasHapus
  18. @non ata : ntu model hidung piggy..wkwkkkkk..

    BalasHapus
  19. abang.. klo begitu, beli pipa dimana dongz?:)

    BalasHapus
  20. ya ampun bolak-balik ke sini templatenya ganti terus. tapi yang ini paling bagus bang ;D

    BalasHapus
  21. @non ata : ntu model hidung piggy..wkwkkkkk..

    BalasHapus
  22. Wah mas thx loh udah berbagi tentang filosofi pipa dan embernya
    Jadi makin semangat nih untuk berusaha jadi orang yang bermanfaat buat orang lain (>o<)/

    BalasHapus
  23. Tersentuh untuk menjadi "PIPA" saya kang.. :)

    BalasHapus

Silahkan bebas berkomentar asal sopan, bukan iklan ataupun spam (spam atau iklan akan saya delete)

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html