MRATODI: serba serbi

What i can share, i share

Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 16, 2022

Pseudo Racing

Senin, Mei 16, 2022 0
Pseudo Racing
Rangking, adalah satu kata ynag mungkin familiar di telinga sohiblogger. dari zaman kita sekolah dasar pasti akrab dengan sistem perangkingan di akhir semester untuk menentukan prestasi anak murid. secara pribadi praktik peragkingan ini tidak saya temukan ketika telah memasuki jenjang perkuliahan, dimana prestasi dilihadari nilai indeks kumulatif semester ataupun kumulatif (IPS/IPK). Perangkingan pun saya temui kembali saat masuk dunia kerja. dimana sistem nilai dan rangking digunakan untuk memberikan penghargaan/reward bagi karyawan yang qualified. akan tetapi maslah timbul saat praktik perangkingan yang notabenenya digunakan sebagai output penilaian kinerja/prestasi malah digunakan untuk menilai kinerja dan prestasi itu sendiri. akhirnya yang ada adu balap prestige. kalau di duni dosen, seorang dosen akan dipuja puji setinggi langit bila artikelnya terbit di Scopus Q1 atau Q2. ia akan diapresiasi akan hal itu bukn dari esensi apa yang ia kerjakan / teliti. begitupun dalam konteks mengelola jurnal. sebuah jurnal akan disanjung jika sudah berhasil sampe terindeks internasional dengan nilai impact factor/faktor dampak (yang notabenenya lagi-lagi perangkingan). padahal Faktor dampak dapat menjadi indikator yang luas dari output jurnal, tetapi tidak boleh digunakan untuk menentukan kualitas studi individu atau penulisnya.1 H-indeks tidak bisa menjadi kriteria yang tepat untuk menilai kegiatan penelitian. Ini sangat menyesatkan ketika digunakan untuk membandingkan peneliti karena faktanya mudah dipengaruhi oleh variabel pengganggu seperti tahun pengalaman, pengaruh politik dan administratif, keahlian bidang yang disosialisasikan, pembayaran dan hak-hak istimewa lainnya, dan jenis universitas tempat peneliti bekerja. Singkatnya, nilai H Indeks mungkin menyesatkan2 Bagaimana dengan nasib dosen atau pengelola jurnal yang belum sampe ke "rangking tertinggi"...ibarat kata mereka bak kisah ratapan anak tiri. efek yang muncul kemudian adalahan munculnya rasa silau di kalangan dosen/ pengelola jurnal jelata. menganggap posisi rangking itu jadi tujuan akhir dan harus dicapai dengan berbagai cara, at any cost, bahkan jika harus mengorbankan kualitas dan integritas sekalipun. Apakah kita benar-benar harus fokus mengejar angka itu saja? Tujuan pertama sejatinya adalah adalah untuk meningkatkan kualitas penelitian dengan menerbitkan manuskrip berkualitas yang akan menarik khalayak yang lebih besar untuk membaca artikel dan akhirnya mempublikasikan penelitian mereka di dalamnya3. Pada akhirnya saya tegaskan, saya tidak dengki dengan mereka. kalaupun kita iri, marilah iri dengan baik, tanpa mengorbankan akal sehat dan integritas. kita perlu menggeser sistem merit/promosi karya sains dari sistem berbasis metrik ke sistem merit berbasis proses4. Selain itu Solusi mandiri yang bisa ditempuh oleh peneliti di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan pengalamannya adalah dengan memperkaya pengetahuan yang terkait seluk-beluk riset, publikasi, dan penulisan karya ilmiah5
Jangan lagi kita terjebak pada “lomba-lomba dan rangking-rangking semu”
udah ah, takut ada yang tersinggung, mumpung masih bulan syawal, mohon maaf lahir batin ya... sumber gambar6 Referensi
1. Enago Academy. Decreasing the Influence of Impact Factor. Enago Academy https://www.enago.com/academy/decreasing-the-influence-of-impact-factor/ (2021). 2. Sabour, S. H. Index, an Ugly Truth. Shiraz E-Med. J. 20, (2019). 3. Bok, D., Foster, C. & Rakovac, M. SHOULD WE REALLY BE CHASING THE IMPACT FACTOR? Kinesiology 50, 2 (2018). 4. Irawan, D. E. Against all odds: we only see numbers. (2019). 5. Sunu Wibirama. Balapan Scopus, Jurnal Predator dan Gagap Budaya Riset. Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM)https://ajpkm.org/2021/02/balapan-scopus-jurnal-predator-dan-gagap-budaya-riset/(2021). 6. Hamilton, H. The Academic Racing. (2018).

Sabtu, Juni 06, 2020

Biologi Arsitektur: Dari Perspektif Kesehatan Masyarakat

Sabtu, Juni 06, 2020 6
Biologi Arsitektur: Dari Perspektif Kesehatan Masyarakat
Arsitektur adalah Kesehatan 
Saat mendiskusikan kesehatan , besar kemungkinan arsitektur tidak menjadi hal yang pertama terlintas dipikiran anda. Namun pengaruh arsitektur terhadap kesehatan manusia tidaklah dapat dielakkan. Terminologi "Arsitektur" sering melibatkan ide terkait disain visual, bangunan dan perkotaan. Kita bergerak keluar dan masuk darinya, berinteraksi dengannya, kita hidup dan bernafas didalamnya. Akan tetapi, kesehatan melampaui paradigma medis saja, mendorong munculnya berbagai isu seperti gaya hidup  dan lingkungan binaan, yang tentunya memerlukan pendekatan yang holistik. Lingkungan binaan dapat dioptimalkan untuk memaksimalkan kesejahteraan manusia. Sebagai contoh, komunitas yang sehat akan mengubah fungsi gen anak, proses biokimia, potensi kognitif, indeks massa tubuh, suasana hati, tingkat cedera, dan pada akhirnya, kemampuan mereka untuk berkembang sebagai orang dewasa. Arsitek dapat memainkan peran yang penting dalam membentuk lingkungan yang sehat; dan arsitek dapat bekerja serta berkolaborasi dengan para pengguna. Arsitek memiliki kemampuan untuk memulihkan dan mempromosikan solidaritas, kesehatan mental dan fisik serta menjadi sumber kebahagiaan.
Lingkungan Binaan dan Penyakit Tidak Menular 
Kesehatan masyarakat merupakan subjek yang sangat luas, akan tetapi arsitektur dan perancangan perkotaan dapat memberikan solusi yang konkret dan tidak terbantahkan untuk menjawab tantangan permasalahan kesehatan yang lebih luas, seperti isu kesehatan mental. Dengan meningkatnya angka penderita obesitas dan penyakit kronis lainnya yang berhubungan dengan gaya hidup yang cenderung kurang gerak, para ahli telah mencoba meneliti bagaimana lingkungan binaan mempengaruhi manusia serta mencari cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekaligus memastikan setting kondisi lingkungan agar dapat meningkatkan, alih-alih mengurangi, physical well-being.

Sumber: Restoration & Remediation

Lingkungan Binaan dan Penyakit Menular 
Lingkungan binaan dapat menjadi setting untuk terjadinya paparan berbagai mikroorganisme menular, seperti virus, protozoa, bakteri dan jamur. Paparan agen infeksi ini dapat terjadi melalui pernafasan, termasuk aerosol yang keluar dari jalur-jalur pemipaan maupun kontak langsung dengan fomite. Khusus untuk bakteri, permukaan yang basah dan lembab dapat menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi organisme patogen. Paparan ini kemungkinan berasal dari kombinasi beberapa mikroorganisme yang dapat berdampak pada inang manusianya.
Bangunan yang rusak karena air dan "Sick Building" menyebabkan gangguan pernafasan bagi penghuninya. Efek gangguan pernafasan ini seringkali tidak berhubungan langsung dengan alergi dan kemungkinan disebabkan oleh komponen mikroba yang menyebabkan iritasi atau pro-inflamasi. Hubungan antara lingkungan binaan dan kesehatan non pernafasan lainnya juga telah banyak didokumentasikan, termasuk efeknya terhadap perkembangan anak, kesehatan otak serta lagi-lagi kesehatan mental. Di kemudian hari, berbagai produk sintetis yang digunakan sebagai pewarna, pewangi, perekat, cat, pengawet, pembersih hingga insektisida telah diketahui terlibat dalam timbulnya gejala dan gangguan kesehatan penghuninya.
Sumber: Trends in Biology
Mikrobiom dan Lingkungan Binaan
Efek menguntungkan pada kesehatan dari paparan mikroorganisme di lingkungan binaan juga telah dilaporkan, terutama untuk paparan yang terjadi di awal kehidupan. Selain itu, perangkat meta-genomik terbaru telah membuka jendela menuju pemahaman yang lebih baik tentang sejumlah besar mikroba penghuni tubuh manusia dan komunitas mikroba yang berada di lingkungan binaan.

Karakteristik lingkungan binaan, mikroba, dan perilaku manusia dalam lingkungan tersebut dapat memodulasi dosis mikroorganisme atau kompartemen yang terpapar, dan pada gilirannya mereka dapat mempengaruhi apakah mikroorganisme memiliki efek menguntungkan, merugikan, atau tidak berdampak pada kesehatan.  

Komunitas mikroorganisme yang sama dengan dinding selnya dapat bermanfaat bagi maupun merusak kondisi kesehatan manusia tergantung pada keadaannya, seperti karakteristik bangunan, masa hidup orang yang terpapar, rute paparan, co-eksposur, dosis, dan sensitivitas genetik. Misalnya, bayi yang menelan mikroorganisme saat merangkak di lantai dapat merespons secara berbeda daripada orang dewasa dengan asma yang menghirup mikroorganisme yang sama. Mikroba yang berpotensi bermanfaat diantaranya meliputi mikroorganisme yang mampu melatih atau memodulasi kekebalan manusia, menghasilkan molekul kecil yang memediasi kesehatan manusia, atau mengaktifkan fungsi lain yang meningkatkan kesehatan inang manusianya.
Tantangan 
Yang menjadi tantangan berikutnya adalah kebutuhan untuk mengidentifikasi serangkaian kesenjangan pengetahuan yang esensial di pada area-area seperti variasi iklim dan dampaknya terhadap lingkungan binaan. Tantangan berikutnya adalah memperoleh data tambahan yang diperlukan untuk mendukung berbagai kerangka kerja kualitatif untuk memahami dan menilai lingkungan binaan serta memprioritaskan tujuan penelitian untuk mempercepat penerapan pengetahuan tentang mikrobioma lingkungan binaan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan binaan dan kesehatan manusia.
Tantangan tambahan juga dapat dikaitkan dengan intervensi lingkungan binaan, dampak kesehatan, atau akses bagi mereka yang tinggal di lingkungan dibawah standar, seperti masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).  Mereka yang dengan status sosial ekonomi rendah cenderung akan kurang memiliki akses informasi tentang interaksi antara mikroba dan lingkungan binaan jika dibandingkan dengan yang status sosial ekonomi lebih tinggi. Selaini itu MBR akan memiliki kemampuan terbatas untuk melakukan perubahan pada bangunan hunian mereka, bahkan ketika mereka mengetahui pedoman bagaimana bangunan yang baik itu seperti apa.
Kemana kita akan melangkah? 
Desain studi untuk menguji hipotesis yang berhubungan dengan kesehatan, mengarah kepada perlunya usaha integrasi terpadu dari profesional kesehatan, ahli mikrobiologi, ahli kimia, ilmuwan bangunan, dan insinyur. Kebanyakan penelitian yang menyelidik hubungan lingkungan binaan dan kesehatan masyarakat dilakukan dengan cara sektoral, sehingga menyulitkan untuk memperoleh gambaran yang holistik pada setiap setting yang berbeda

Beragam penelitian lanjutan perlu dikembangkan dan diimplementasikan dengan pendekatan multidisipliner, untuk memastikan bahwa setiap penelitian mampu direproduksi dan menghasilkan pengetahuan yang dapat diterjemahkan dalam aplikasi nyata. Semakin banyak pengetahuan muncul tentang  mikroba, lingkungan dan kesehatan, akan memicu munculnya pertanyaan yang terkait bagaimana pengetahuan tersebut akan dapat digunakan para perancang bangunan (arsitek) sebagai dasar informasi dalam mendisain karyanya, sekaligus memastikan operasional bangunannya mampu menciptakan kinerja yang memelihara kesehatan lingkungan binaannya.



special attribution to: Allan Ocholla (link source)

Senin, November 21, 2016

Penghalang Rezeki

Senin, November 21, 2016 2
Penghalang Rezeki
Seorang pria sowan kepada Sayyidina Ali mengeluhkan kemiskinan dan kekurangan rezeki yang menimpanya.. 
Maka Sayyidina Ali bertanya dengan diikuti jawaban pria tersebut, 
Apakah kamu suka berbicara saat di kamar mandi ? "Tidak..." , jawabnya…
Apakah kamu suka menggigit kukumu ? "Tidak..."
Apakah kamu memanggil kedua orang-tuamu dengan nama mereka ? "Tidak..."
Apakah kamu membiarkan sampah bermalam dalam rumah ? "Tidak..."
Apakah kamu sering tidur tanpa wudhu ? "Tidak..."
Apakah kamu suka mendahului orang-tuamu ketika berjalan ? "Tidak.."
Apakah kamu sering menyapu rumah di malam hari? "Tidak..."
Apakah kamu memotong kuku di hari minggu? "Tidak.."
Apakah kamu sering anak-anakmu dengan kata-kata umpatan? "Tidak..."
Apakah kamu membuang ludah ketika berada di kamar mandi? "Tidak.."
Apakah kamu tidak membaca Bismillah sebelum makan dan tidak membaca Alhamdulillah sesudah makan? "Tidak...", jawab pria tersebut..

Kemudian Sayyidina Ali bertanya, Mungkin kamu tidak mendoakan kedua orangtuamu saat shalat..??"
Akhirnya pria itupun menjawab,"…Ya benar wahai Amirul Mu'miniin.. itulah kekurangan saya.."
******
Masya Alloh, ternyata begitu banyak perbuatan, yang sekilas terlihat sepele namun mampu menghalangi turunnya rizky dari Alloh SWT #istighfar

sumber gambar:doamustajab.com

Jumat, Mei 13, 2016

MASJID JAMI BAIT UR ROUF: PENDEKATAN ARSITEKTURAL UNTUK MEMAKMURKAN MASJID

Jumat, Mei 13, 2016 3
MASJID JAMI BAIT UR ROUF: PENDEKATAN ARSITEKTURAL UNTUK MEMAKMURKAN MASJID

Islam telah menganjurkan umatnya untuk memakmurkan masjid. Terminologi memakmurkan masjid menurut pemahaman awam saya ialah memaknai sebagai upaya “menghidupkan” geliat aktivitas umat, tidak sekedar aktivitas ibadah tetapi aktivitas sosial edukasi dan ekonomi kemasyarakatan, dan menekan pada aspek kualitas masjid lebih dari sekedar kuantitas masjid.

Dari sisi pengelolaan masjid berbagai cara dapat dilakukan untuk memakmurkan masjid, contohnya adalah Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Tapi bagaimana dari sisi Arsitektur? Menjadi tantangan bagi para arsitek adalah menghasilkan rancangan masjid dengan atmosfer yang mendukung setiap jenis dan fungsi kegiatan yang ada pada masjid itu sendiri serta berkontribusi terhadap usaha pemakmuran masjid. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana jalur mekanismenya? Pertanyaan ini sedikit tercerahkan saat saya melihat sebuah postingan di wall Facebook saya mengenai sebuah Masjid.

Adapun Masjid Jami Bait Ur Rouf yang terletak di distrik Faidabad Uttara, Kota Dhakka, Bangladesh yang menarik perhatian saya. Dirancang oleh seorang arsitek wanita bernama Marina Tabassum masjid ini yang terletak pada lahan seluas 7200 meter persegi ini menjadi salah satu karya arsitektur yang dinominasikan mendapatkan penghargaan Aga Khan Award.

tampak eksterior Masjid Jami Bait Ur Rouf
Pada masjid yang selesai dibangun pada tahun 2010 yang lalu ini tidak akan ditemukan kubah dan minareth layaknya pada masjid kebanyakan. Selain itu sang Arsitek sendiri menghindari penggunaan simbol agar ruang masjid tidak hanya digunakan sebagai sholat, tapi dapat digunakan untuk aktivitas sosial kemasyarakatan bagi jama’ahnya. Pemanfaatan cahaya dan banyak bukaan memungkinkan bangunan ini “bernafas” secara alami.

Karenanya masjid ini dianggap sebagai masjid yang ramah terhadap lingkungan. Lubang-lubang kecil pada bagian atap selain berfungsi sebagai sarana memasukkan cahaya ke dalam ruangan dan sirkulasi udara, juga mampu menciptakan kesan dinamis yang tidak monoton dengan permainan bayangan akibat pergerakan matahari yang tentunya sudah di perhitungan oleh sang arsitek.

suasana interior Masjid Jami Bait Ur Rouf
Denah Masjid Jami Bait Ur Rouf
Sang arsitek juga sangat menekan aspek spiritualism pada karya arsitekturalnya. Akses masuk ke ruang sholat dicapai dengan melalui semacam labirin yang dimaknai sebagai usaha untuk meninggalkan segala aspek keduniaan beserta hiruk pikuknya sebelum mencapai ruang utama. Ruang-ruang pada pada masjid Jami Bait Ur Rouf ini dirancangkan untuk menciptakan sense of high concentration, atau dengan istilah lain ke khusu’an.

Photocredit: Hasan Saifuddin Chandan

Kamis, April 28, 2016

LIMA APLIKASI TAMBAHAN WAJIB DI SMARTPHONE

Kamis, April 28, 2016 4
LIMA APLIKASI TAMBAHAN WAJIB DI SMARTPHONE
Fungsi handphone di saat ini sudah barang tentu jauh lebih maju dibandingkan 10 tahun ke belakang. Dengan konsep smartphone nya, alat komunikasi yang handphone saat ini ini tidak hanya menawarkan fitur panggilan telepon dan pesan singkat saja, tapi mampu menawarkan fitur-fitur lain melalui aplikasi yang hampir bisa dibilang tak terbatas.


Aplikasi yang standar bakal ada di smartphone rata-rata adalah aplikasi berbasis social-media dan web-communication. BBM, WhatsApp, Telegram, Twitter, Instagram dan Facebook adalah beberapa dari sekian banyak aplikasi yang kemungkingan besar dimiliki oleh para pemegang smartphone, begitu pula dengan saya.

Selain berbagai aplikasi standar yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ada beberapa aplikasi yang bagi saya pribadi merasa “wajib” menginstallnya di aplikasi saya. Berikut Lima Aplikasi Tambahan Wajib Smartphone versi saya



TRAVELOKA
Sebagai seorang yang bekerja berbeda pulau dengan anak dan istri, aplikasi ini menjadi aplikasi andalan saya untuk mencari tiket pesawat PP Surabaya-Banjarmasin yang paling tidak saya lakoni satu kali dalam sebulan. Aplikasi Traveloka ini sangat praktis dan membantu pembelian tiket pesawat tanpa harus repot-repot keluar masuk kantor-kantor travel, sepeti yang dulu sering banget saya lakukan. Selain itu aplikasi ini pernah membantu saya dalam melakukan reservasi kamar hotel ketika harus melaksanakan tugas dinas ke Yogyakarta. And you know what, ternyata simple banget prosedur reservasinya kalo pake aplikasi ini plus saat itu saya juga dapet discount khusus buat room rate nya gara-gara reservasi via Traveloka.

 
BTN iMOBILE
Aplikasi ini menjadi wajib terinstall di HP saya mengingat pembayaran gaji bulanan ya di transfer via BTN ini. Tapi tidak sekedar untuk ngecek saldo rekening saja, aplikasi ini pada waktu-waktu tertentu sangat membantu aktivitas saya, khususnya saat harus melakukan pembayaran tiket pesawat yang saya booking via Traveloka. Saya tidak mesti repot keluar cari ATM, cukup dari kantor atau dari kamar kost, pembayaran tiket bisa dilakukan dengan iMobile BTN. Selain itu kalo kebetulan pulsa atau paket data habis terus lagi males ke counter hape, lagi-lagi fitur pembelian pulsa pada iMobile BTN menjadi andalan saya.

BIMA TRI
Menjadi wajib menginstall Bima TRI dikarenakan saya merupakan pelanggan provider Tri, terutama menyangkut urusan paket data Internet. Aplikasi mungil nan ringan ini membantu saya untuk mengingat nomer Tri saya (karena ga hafal2 sampe sekarang) dan memilih paket data sesuai dengan kebutuhan dan sikon saya.

CITILINK INDONESIA
Aplikasi milik armada Citilink ini menjadi andalan saya bukan untuk membeli tiket pesawat, karena sudah ada Traveloka, tapi untuk melakukan Online Check In sebelum waktu keberangkatan. Hal ini penting bagi saya, karena saya pernah mengalami kejadian di tinggal pesawat gara telat check in ke bandara (bukan telat ke bandaranya). Walhasil sekarang paling tidak 12 jam sebelum waktu keberangkatan, pasti saya lakukan online check in dengan aplikasi ini, so bisa mengurangi resiko ketinggalan flight lagi.

GOJEK
Aplikasi ini ga asing lagi ya buat kita semua pastinya. Walaupun beberapa kali saya mengalami pengalaman janggal menggunakan moda transportasi ini (baca: ALASAN DRIVER GOJEK REQUEST CANCEL ORDER) tapi berhubung saya belum memiliki kendaraan sendiri di kota ini maka Gojek lah yang menjadi transportasi andalan saya. Selain Gojek dengan Go-Ridenya, Go-Food pun pada beberapa kali menjadi solusi dikala saya terserang lapar tapi malas keluar kost (tapi yang ini ga sering-sering banget sih).

Nah sohibloggers, itu tadi Lima Aplikasi Tambahan Wajib di Smartphone saya, bagaimana dengan kalian? 
sumber gambar disini

ARSITEKTUR SAINS BERUBAH: BAGAIMANA INDONESIA MENGHADAPINYA?

Kamis, April 28, 2016 0
ARSITEKTUR SAINS BERUBAH: BAGAIMANA INDONESIA MENGHADAPINYA?
Arsitektur sains dunia berubah pesat. Spesialisasi keilmuan makin menyempit, namun batas antar disiplin ilmu pengetahuan kian kabur. Lahirlah berbagai bidang keilmuan baru dan maraklah penelitian lintas disiplin untuk menjawab tantangan di masyarakat. Tantangan dalam sains kini berubah seraya mempengaruhi perkembangan intelektualitas, sosial, dan, budaya. Namun di tengah perubahan itu, Indonesia masih bergelut dengan rendahnya budaya ilmiah. Siap tak siap, Indonesia yang masih mencari pola pengembangan sainsnya, harus menghadapi perubahan itu.

Di negara yang belia, sains terpaksa mengalah ketika berhadapan dengan pemikiran politik dan ekonomi yang mendominasi panggung nasional. Suka atau tidak, kendati pemecahan berbagai masalah yang dialami manusia membutuhkan pengamatan sains, pencarian karakteristik khas Indonesia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan tersisihkan. Padahal pengembangan sains sangat penting. Metode penelitian ilmiah senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan zaman, demi meningkatkan kemampuan sains dalam memahami fenomena alam, fenomena sosial, serta mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi manusia dan alam semesta. Namun enam dasawarsa berselang, saat Indonesia sibuk mencari cara mengembangkan ilmu pengetahuan di dalam negeri, arsitektur sains dunia berubah, seraya mempengaruhi perkembangan intelektualitas, sosial, dan budaya. Ilmu pengetahuan semakin terspesialisasi, tapi batas antar disiplin ilmu kian kabur.

Kenyataannya, penemuan penting saat ini sebagian besar dihasilkan dari penelitian multidisiplin. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat data yang sebelumnya harus dicari untuk membuktikan hipotesis ilmuwan, kini tersedia dalam jumlah besar, hampir tak terbatas. Ilmuwan di era ini malah ditantang untuk memanfaatkan big data: mencari makna yang tersembunyi dalam ribuan terabyte data hasil kicauan manusia di dunia maya. Bagaimana memanfaatkan lautan data ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia?

Perlu disadari, ketika begitu banyak masalah mendesak untuk dipecahkan, budaya ilmiah dan pendidikan di Indonesia masih lemah, sehingga sains juga belum banyak dimanfaatkan untuk perumusan kebijakan publik. Kebijakan dan program apa saja yang dibutuhkan untuk meningkatkan budaya ilmiah dan penguatan penelitian? Bagaimana mendorong produksi sains untuk memacu kemampuan dalam kompetisi global, misalnya dalam penguasaan teknologi strategis? Bagaimana mengurangi birokratisasi dalam pengelolaan sains dan penelitian? Bagaimana membuat kebijakan publik berdasarkan pertimbangan sains, tak semata berdasarkan kepentingan politik maupun ekonomi jangka pendek?

Sains di Indonesia minim produktivitas, sepi dari publikasi dan paten. Sementara itu di tataran sosial, pengetahuan juga belum banyak terserap dan dimanfaatkan untuk masyarakat. Kedua masalah ini berakar pada sistem dan institusi dalam produksi pengetahuan di Indonesia, yang turut dipengaruhi kondisi sosial dan politik. Masalahnya, bagaimana sains berinteraksi dengan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat? Jika secara epistemologi pengetahuan yang valid dibangun melalui metodologi, asumsi, serta pertanyaan ilmiah, sistem epistemologi seperti apa yang dapat mengembangkan sains dan meminimalkan sekat antardisiplin dalam konteks Indonesia? 
 
sumber tulisan dan hak intelektual dari sini dan bukan untuk kepentingan komersial

SEKILAS TENTANG DETERMINAN KOTA SEHAT

Kamis, April 28, 2016 0
SEKILAS TENTANG DETERMINAN KOTA SEHAT
Kota yang sehat merupakan cerminan dari kepedulian segenap perangkatnya serta warganya terhadap derajat kesehatan individu dan masyarakat. Konsep Kota Sehat sendiri bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, mengingat pada periode tahun 1990-an Indonesia telah meluncurkan program Kota/Kabupaten Sehat yang mengacu pada Program Kerja Badan Kesehatan Dunia (WHO). Akan tetapi sampai dengan saat ini, terlepas dari berbagai macam penghargaan Pemerintah terhadap Kota/Kabupaten Sehat, tidak ada satupun kota di Indonesia yang masuk ke dalam 50 besar Kota Sehat di Dunia. Di tambah fakta bahwa di lapangan Kota/Kabupaten yang menyabet gelar Kota/Kabupaten Sehat yang diberikan oleh pemerintah masih menyisakan berbagai permasalah pelik seputar kota dan kesehatannya.

Permasalahan utama dan mendasar dalam mewujudkan Kota Sehat di Indonesia adalah belum dipahaminya secara komprehensif tentang konsep dan kriteria kota sehat itu sendiri. Selain itu dengan kata “sehat” yang mengikuti kata “kota” maka diasumsikan bahwa yang menjadi tanggung jawab mewujudkan kota sehat adalah sektor kesehatan. Pola pikir sektoral dan dikotomi inilah yang menjadi blunder dalam mewujudkan kota sehat di Kota/Kabupaten Indonesia, padahal jika kita cermati setidaknya terdapat 10 faktor determinan terkait kriteria kota sehat yang ranahnya tidak hanya pada otorisasi sektor kesehatan semata. 

Lingkungan Alami 
Walaupun efek emisi rumah kaca di dunia 70% diantaranya disumbang oleh daerah perkotaan, akan tetap dengan jejak karbon yang dihasilkan dapat dikurangi dengan mengembangkan strategi komprehensif terkait penataan lingkungan yang mampu meningkatkan proporsi ruang terbuka hijau, penerapan konsep Green Building serta sistem transportasi publik yang berwawasan lingkungan.

Lingkungan Binaan 
Ketersediaan infrastruktur sanitasi yang memadai, pengelolaan kepadatan bangunan yang baik, ruang terbuka hijau dan perancangan infrastruktur transportasi dapat memperbaiki kondisi fisik perkotaan yang pada akhirnya diyakini mampu membantu masyarakat untuk mewujudkan pola hidup sehatnya.

Perencanaan Kota 
Perencanaan kota yang efektif tidak terlepas dari upaya menciptakan kota yang sehat, mewujudkan kesetaraan akan hak dan akses publik, serta penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan elemen estetik yang mampu mempromosikan kesehatan fisik dan mental sebagaimana kesejahteraan warganya itu sendiri.

Pendidikan 
Terkonsentrasinya populasi di wilayah perkotaan dapat menjadi faktor pendorong dalam upaya peningkatan akses sumber daya bidang pendidikan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa pada setiap setiap peningkatan taraf pendidikan pada wanita usia produktif maka angka kematian anak menurun hingga mencapai hampir 10%.

Transportasi 
Sebagai urat nadi aktivitas perkotaan, transportasi menjadi faktor determinan terhadap terwujudnya kota sehat. Tersedianya sistem transportasi publik yang efektif, penataan akses jalan yang ramah, aman dan nyaman terhadap pejalan kaki dan pengguna sepeda mampu mendorong ke arah perbaikan derajat kesehatan masyarakat perkotaan melalui aktifitas fisik yang memadai. Selain itu penataan sistem transportasi yang baik akan berdampak kepada penurunan kasus kecelakaan lalulintas dan pejalan kaki yang juga diikuti dengan perbaikan kualitas udara seiring dengan menurunnya tingkat polusi udara.
sumber disini


Tata Kelola Pemerintahan 
Tata kelola pemerintahan yang kuat dan efektif menjadi hal yang krusial bagi kesehatan perkotaan, dengan disertai komitmen politik yang kuat dari segenap pemegang kebijakan dalam melakukan penilaian, baik terhadap risiko kesehatan maupun keuntungan dari setiap kebijakan, program dan investasi yang bersifat lintas sektoral. Pemerintah sepatutnya dituntut untuk mampu menciptakan koordinasi dan keterlibatan lintas sektoral yang aktif dan bersinergi terkait pemenuhan aspek-aspek kota sehat.

Ikatan dalam Masyarakat (Community Cohesion) 
Kesehatan individu sangat berkaitan erat dengan seberapa kuat ikatan kekeluargaan yang ada dilingkungan atau masyarakat dimana individu itu berdiam. Dalam sebuah masyarakat yang tingkat ikatan kekeluargaannya kuat maka jarang ditemui kejadian yang mengarah isolasi sosial bahkan malah dapat mendorong lebih besar keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan menciptakan pemerintahan yang inklusif. Ikatan dalam masyarakat dalam bentuk rasa kekeluargaan, rasa kebersamaan, gotong royong dan saling tenggang rasa menjadi modal sosial yang kuat dalam mewujudkan konsep kota sehat.

Konsumsi Energi 
Kepadatan yang tinggi di setiap perkotaan memunculkan berbagai peluang dan kesempatan unik dalam usaha mengembangkan strategi terkait efisiensi energi dalam hal transportasi, perumahan serta pengelolaan limbah yang dapat mengurangi konsumsi sumber daya dan energi tak terbarukan disepanjang masa-masa krisis energi yang terjadi seluruh penjuru negeri.

Perumahan  / Pemukiman
Akses terhadap hunian yang layak, terjangkau serta aman mampu menarik investasi ekonomi, tenaga kerja yang bervariasi serta meningkatkan tingkat sosial dan pembangunane konomi yang merata diikuti dengan menguatnya rasa kebersamaan di masyarakat perkotaan.
 
Pembangunan Ekonomi 
Kesehatan yang baik berhubungan dengan perkembangan ekonomi yang positif. Kota sebagai motor penggerak aktivitas perekonomian dengan ekonomi berbasis perkotaannya diperkirakan berkontribusi terhadap GNP (Gross National Product) hingga lebih dari 50% pada negara berpenghasilan rendah, 73% pada negara berpenghasilan menengah dan 85% pada negara berpenghasilan tinggi. Perkembangan ekonomi yang positif dapat dimaknai sebagai kemandirian ekonomi sebagai unsur dasar menciptakan kestabilan sosial di masyarakat dan modal dalam menjalankan setiap program dan kebijakan yang telah direncanakan.

sumber gambar disini
Creative Commons License
All posted materials by MRATODI.NET is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.